Silahkan Bagikan Artikel ini
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
TERJEMAH KITAB
"At-Tibyaan fii Aadaabi Hamalatil Qur’an"
Abu
Zakariya Yahya Muhyiddin bin Syaraf bin Hizam An-Nawawi
فصل ٢٤ في آداب القرآن
حكم
سجود التلاوة حكم صلاة النافلة في اشتراط الطهارة عن الحدث وعن النجاسة وفي
استقباله القبلة وستر العورة فتحرم على من ببدنه أو ثوبه نجاسة غير معفو عنها وعلى
المحدث إلا إذا تيمم في موضع يجوز فيه التيمم وتحرم إلى غير القبلة إلا في السفر
حيث تجوز النافلة إلى غير القبلة وهذا كله متفق عليه
FASAL
KE 24
HUKUM SUJUD TILAWAH
Hukum
Sujud Tilawah sama dengan hukum sembahyang, nafilah dalam pensyaratan suci dari
hadats dan najis, menghadap kiblat dan menutup aurat. Maka haram Sujud Tilawah
pada orang yang di badan atau bajunya terdapat najis yang tidak dapat dimaafkan.
Dan haram atas orang yang berhadas, kecuali jika dia bertayamum di suatu tempat
yang diharuskan bertayamum.
Diharamkan
pula menghadap selain kiblat, kecuali dalam perjalanan di mana bisa menghadap
selain kiblat dalam sembahyang nafilah. Semua ini disetujui oleh para ulama.
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Shortener Di Link Download. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila kesulitan Download Silahkan buka/klik gambar(Cara Download) kalau Di hp, Geser kebawah. Apabila masih kesulitan, Silahkan copy paste link download yang ada, kebrowser.*** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : (FASAL KE 24) HUKUM SUJUD TILAWAH (At-Tibyan)
Description : TERJEMAH KITAB "At-Tibyaan fii Aadaabi Hamalatil Qur’an" Abu Zakariya Yahya Muhyiddin bin Syaraf bin Hizam An-Naw...
Silahkan Bagikan Artikel ini
Artikel Terkait di Ppa
(Fasal 17) Bid'ah-bid'ah yang dilakukan orang dalam membaca Al-Qur'an (At-Tibyan)

(Fasal 16) Mulai baca Al-Qur’an dari tengah surat Atau berhenti tidak pada ahir surat (At-Tibyan)

(Fasal 15) Membaca Al-Qur'an dari Mushaf lebih utama dari pada membacanya dengan hafalan (At-Tibyan)

(Fasal 14) Membaca Al-Qur’an secara urutan mushaf (At-Tibyan)

(Fasal 11-13) Tata cara Membaca Al-Qur’an (At-Tibyan)

(Fasal 10) Muliakanlah Al-Qur’an (At-Tibyan)

(Fasal 9) Anjuran Berdo’a ketika membaca ayat-ayat tertentu (At-Tibyan)

(Fasal 8) Bacalah Al-Qur’an dengan Tartil (At-Tibyan)

(Fasal 7)Khusuk, Mengulang-ulang ayat, dan Menangis waktu baca Al-Qur'an (At-Tibyan)

(Fasal 6)Sunah baca Ta'awudh sebelum baca Al-Qur'an (At-Tibyan)
