Silahkan Bagikan Artikel ini
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
TERJEMAH KITAB
"At-Tibyaan fii Aadaabi Hamalatil Qur’an"
Abu
Zakariya Yahya Muhyiddin bin Syaraf bin Hizam An-Nawawi
فصل ٢٠ في آداب القرآن
لا
بأس بالجمع بين سورتين في ركعة واحدة فقد ثبت في الصحيحين من حديث عبدالله بن
مسعود رضي الله عنه قال لقد عرفت النظائر التي كان رسول الله يقرن بينهن فذكر
عشرين سورة من المفصل كل سورتين في ركعة وقد قدمنا عن جماعة من السلف قراءة الختمة
في ركعة واحدة
FASAL KE 20
MENGGABUNGKAN DUA SURAT
DALAM SATU ROKAAT
Tidaklah
mengapa jika menggabungkan dua surat dalam satu rakaat.Mengikut riwayat yang
terdapat di dalam shahihain (Bukhari dan Muslim) dari hadits Abdullah bin
Mas'ud ra, katanya: "Aku telah mengetahui surat-surat dimana pernah
Rasulullah saw menggabungkannya. Dia menyebut dua puluh surat dari Al-Mufashshal,
setiap dua surat dalam rakaat. Telah kami kemukakan dari jama’ah Salaf
pembacaan berkhatam dalam satu rakaat.
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Shortener Di Link Download. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila kesulitan Download Silahkan buka/klik gambar(Cara Download) kalau Di hp, Geser kebawah. Apabila masih kesulitan, Silahkan copy paste link download yang ada, kebrowser.*** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : (FASAL KE 20) MENGGABUNGKAN DUA SURAT DALAM SATU ROKAAT (At-Tibyan)
Description : TERJEMAH KITAB "At-Tibyaan fii Aadaabi Hamalatil Qur’an" Abu Zakariya Yahya Muhyiddin bin Syaraf bin Hizam An-Nawaw...
Silahkan Bagikan Artikel ini
Artikel Terkait di Ppa
(Fasal 19) TATACARA MEMBACA AL-QUR'AN SAMBIL BERJALAN dan DALAM SHOLAT (At-Tibyan)

Fasal ke 18 BERDIRI UNTUK MENGHORMATI ORANG YANG DATANG

(Fasal 17) Bid'ah-bid'ah yang dilakukan orang dalam membaca Al-Qur'an (At-Tibyan)

(Fasal 16) Mulai baca Al-Qur’an dari tengah surat Atau berhenti tidak pada ahir surat (At-Tibyan)

(Fasal 15) Membaca Al-Qur'an dari Mushaf lebih utama dari pada membacanya dengan hafalan (At-Tibyan)

(Fasal 14) Membaca Al-Qur’an secara urutan mushaf (At-Tibyan)

(Fasal 11-13) Tata cara Membaca Al-Qur’an (At-Tibyan)

(Fasal 10) Muliakanlah Al-Qur’an (At-Tibyan)

(Fasal 9) Anjuran Berdo’a ketika membaca ayat-ayat tertentu (At-Tibyan)

(Fasal 8) Bacalah Al-Qur’an dengan Tartil (At-Tibyan)
